Riskiya Husni Alumni Program “Weda Go To Pare” lebih memilih mengabdikan diri untuk belajar bersama Generasi muda yang ada di Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah Propinsi Maluku Utara.
Putri berdarah Sulawesi Buton, yang berdomisili di Halmahera Tengah sejak berusia 3 tahun bersama keluarga, sekolah dan sampai lulus SMK 8 Halmahera Tengah punya tekad yang kuat terus belajar untuk masa depan Generasi Halmahera Tengah.
Setelah ikut program Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah yang membuka peluang bagi anak muda untuk meningkatkan skil dan kemampuan Berbahasa Asing “Weda Go To Pare” batch ke 3 Riskia sala satu dari 30 peserta pada periode tahun 2025, setelah selesai menyelesaikan Program Pelatihan Bahasa Inggris di Pare Kediri Jawa Timur, Alumni SMA Negeri 1 Halmahera Tengah ini lebih memilih untuk mengabdikan diri untuk Transfer pengetahuan kepada Anak anak muda yang ada di Kota Weda, bersama Komunitas Literasi Halmahera Tengah PKBM Were Mandiri Laksanakan program (Maerbel) Mari belajar sambil bermain.
Berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah sala satu cita-citanya. di sela sela kesibukan sebagai pemilik Butik. Riskiya mencoba membagi Waktu untuk tetap Konsisten dengan prinsip yang Ia tanamkan, Ia punya mimpi dan cita-cita untuk melanjutkan Studinya setelah menyelesaikan sarjana S1. di Universitas ternama di Maluku Utara Namun sebelum beranjak untuk melanjutkan Studi Magister di Pulau Jawa Ia masi Memilih untuk Berbagi Pengetahuan kepada Generasi muda di kota Weda.

Riskiya adalah seorang tutor yang dengan penuh dedikasi mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak. Setiap pertemuan, ia berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar para siswa tidak takut dan berani mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris. Ia memahami bahwa banyak siswa merasa kesulitan dan kurang percaya diri, sehingga ia mengajar dengan sabar dan penuh perhatian. Dengan metode sederhana dan pendekatan yang ramah, Riskiya mampu membangkitkan semangat belajar siswa-siswinya. Perlahan, anak-anak yang awalnya pasif mulai berani bertanya dan berbicara. Bagi mereka, Ia bukan hanya tutor, tetapi juga sosok yang memberi motivasi dan keyakinan bahwa belajar Bahasa Inggris itu mungkin dan menyenangkan. dan ketulusan seorang tutor dapat memberikan perubahan nyata dan menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda.