Kepala Desa Yofensius Limor Komitmen Bangun Desa Sidanga Lewat Gerakan Literasi

Kepala Desa Yofensius Limor Komitmen Bangun Desa Sidanga Lewat Gerakan Literasi

WEDA, HALMAHERA TENGAH — Kepala Desa Sidanga, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Yofensius Limor, menegaskan komitmennya membangun desa melalui gerakan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Mulai tahun ini, Pemerintah Desa Sidanga mendorong sejumlah program yang berorientasi pada pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Program tersebut meliputi pendidikan kesetaraan untuk mengurangi angka putus sekolah, pelatihan digitalisasi dan komputer bagi generasi muda, serta kursus dan pelatihan bahasa asing di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Yofensius Limor mengatakan, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki pendidikan dan keterampilan akan menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan Desa Sidanga.

Salah satu perhatian utama Pemerintah Desa Sidanga adalah memberikan kesempatan kepada warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka putus sekolah sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan.

Selain pendidikan kesetaraan, Pemerintah Desa Sidanga juga menyiapkan pelatihan digitalisasi dan komputer bagi generasi muda. Pelatihan ini penting untuk membekali pemuda dengan kemampuan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan pelayanan masyarakat.

Tidak hanya keterampilan digital, peningkatan kapasitas generasi muda juga diarahkan pada penguasaan bahasa asing melalui kursus dan pelatihan di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Program tersebut diharapkan mampu membuka wawasan generasi muda Desa Sidanga sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa asing yang dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha.

Yofensius Limor menegaskan bahwa gerakan literasi harus dimaknai secara luas. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu belajar, menguasai teknologi, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Membangun desa bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi yang paling penting adalah membangun manusianya. Karena itu, kami ingin pendidikan dan literasi menjadi bagian penting dalam pembangunan Desa Sidanga,” kata Yofensius Limor.

Ia berharap program-program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda. Pemerintah desa juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan lembaga pelatihan untuk memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi langkah awal Desa Sidanga untuk menjadikan pendidikan, literasi, teknologi, dan peningkatan keterampilan sebagai investasi jangka panjang pembangunan desa.

Dengan gerakan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Desa Sidanga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berpendidikan, melek teknologi, memiliki keterampilan, serta mampu berkomunikasi dalam bahasa asing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Launching Gerakan Literasi Insan Cita di Desa Damuli, Bangun Kesepakatan Bersama untuk Peningkatan SDM

Launching Gerakan Literasi Insan Cita di Desa Damuli, Bangun Kesepakatan Bersama untuk Peningkatan SDM

Bacarita Literasi di Wairoro: Satukan Gagasan, Bangun SDM Generasi Muda Desa

Bacarita Literasi di Wairoro: Satukan Gagasan, Bangun SDM Generasi Muda Desa

Launching Literasi Insan Cita, Desa Damuli Dorong Transformasi Literasi untuk Penguatan SDM

Launching Literasi Insan Cita, Desa Damuli Dorong Transformasi Literasi untuk Penguatan SDM

Dari Pondok Salman Al Farisi menuju Pare, belajar untuk kembali mengabdi.

Dari Pondok Salman Al Farisi menuju Pare, belajar untuk kembali mengabdi.

Peserta Program Halteng to Pare Silaturahmi dengan Mantan Presiden RI Joko Widodo di Solo

Peserta Program Halteng to Pare Silaturahmi dengan Mantan Presiden RI Joko Widodo di Solo

Dari Nusliko Menuju Pare Kediri Jawa Timur , Putry Vanesta Fanyiranana Bawa Harapan dan Kebanggaan Lewat Program Halteng to Pare

Dari Nusliko Menuju Pare Kediri Jawa Timur , Putry Vanesta Fanyiranana Bawa Harapan dan Kebanggaan Lewat Program Halteng to Pare